Jenis-Jenis Lilin Malam untuk Membatik

Ketika kita hendak membatik, proses yang paling utama ialah menutupi lapisan kain dengan lilin agar motif dapat terbentuk ketika proses pewarnaan berlangsung. Proses ini disebut melilin. Namun, tak banyak yang tahu sebenarnya lilin malam sendiri itu apa dan bagaimana cara penggunaannya. Untuk itu, sebagai pengetahuan, tak ada salahnya kita tahu sekilas mengenai lilin malam yang umumnya digunakan oleh para pengrajin untuk melilin.  Ia berfungsi untuk menutupi/menemboki motif yang telah dibuat sehingga menghasilkan corak motif yang menarik. Dan dalam proses pembuatannya, lilin malam memiliki criteria dengan tipe-tipe khusus yang berbeda. Berikut kita simak perbedaanya :

a. Lilin batik tembokan atau popokan. Kalau merunut pada penggunaan nama dan istilah, tentu lilin ini seperti halnya tembok yang merintang maka lilin ini digunakan untuk menjaga agar kain yang bergambar motif dapat dirintangi secara sempurna. Lilin ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut : pada saat dipanaskan lilin ini terbilang cukup lama untuk bisa cair dan bila tidak dijaga kestabilannya dapat cepat sekali membeku, lilin ini mudah sekali melekat pada kain sehingga daya ikatnya kuat, tahan terhadap larutan alkali, sangat sukar lepas dari rendaman air sehingga sangat sulit sekali untuk dilorod, namun keuntungannya tidak meninggalkan bekas ketika kita selesai merlorotnya.

b. Kemudian ada lagi lilin batik klowong. Fungsinya sendiri untuk menutupi ragam hias dan desain batik yang dilakukan secara rengreng dan nerusi (bolak-balik di dua sisi permukaan kain). Kerangka motif yang menggunakan lilin ini biasnya merupakan isen-isen yang merupakan penghias dan ornament pada kain batik, misalnya seperti cecek, sawut dll. Lilin dengan jenis ini sendiri memiliki ciri-ciri, mudah sekali encer bila dipanaskan dan juga cepat sekali membeku bila tidak dijaga kestabilan panas  dan suhu kompor, dapat membuat garis motif yang tajam dan daya lekatnya sendiri cukup kuat, sama dengan lilin tembokan, lilin ini tidak tahan terhadap larutan alkali, mudah sekali dilorod dan tidak meninggalkan bekas setelah dilorot. Hanya saja, lilin jenis ini mudah sekali hancur dan remuk bila kita tidak hati-hati dan memberikan perlakukan yang salah pada kain batik.

c. Dan yang terakhir ialah lilin tutupan atau yang dikenal dengan biro n dan berfungsi untuk menutupi warna motif tertentu yang dipertahankan pada kain pada kain setelah dicelup atau dicolet.Ciri-cirinya sendiri  yakni : mudah cair dan membeku, mudah dilorot, daya lekat cukup kuat, tidak tahan terhadap alkali,

Bahan-bahan lilin tersebut sedikit banyak pun dipengaruhi oleh sifat bahan sebagai unsur pencampuran lilin seperti : parafin, gondorukem, kote, lemak bintanga, minyak nabati dll. Maka tak heran, bila komposisi dan kualitas bahan lilin, juga berpengaruh pada kualitas kain batik yang dihasilkan.