<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Official Blog Jaket Batik Medogh</title>
	<atom:link href="http://www.medogh.com/blog/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.medogh.com/blog</link>
	<description>model baju batik &#124; kain batik &#124; kemeja batik &#124; tas batik &#124; blus batik &#124; batik couple</description>
	<lastBuildDate>Thu, 17 May 2012 07:13:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Sejarah Singkat Batik Tulungagung</title>
		<link>http://www.medogh.com/blog/2012/05/sejarah-singkat-batik-tulungagung/</link>
		<comments>http://www.medogh.com/blog/2012/05/sejarah-singkat-batik-tulungagung/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 May 2012 07:12:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gugus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Batik]]></category>
		<category><![CDATA[batik]]></category>
		<category><![CDATA[Tulungagung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.medogh.com/blog/?p=909</guid>
		<description><![CDATA[<p>Ketika ditanya tentang batik, umumnya orang akan menjawab batik solo, jogja dan pekalongan. Memang tak banyak orang yang tahu tentang batik tulungagung ini. Padahal batik ini merupakan salah satu warisan budaya yang berasal dari Tulungagung dan keberadaannya memiliki ciri khas dan menambah khazanah batik di tanah Air.</p> <p>Berawal dari sejarah, dulunya Tulungangung dikenal dengan nama <span style="color:#777"> . . . &#8594; Read More: <a href="http://www.medogh.com/blog/2012/05/sejarah-singkat-batik-tulungagung/">Sejarah Singkat Batik Tulungagung</a></span>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-912" style="margin: 5px;" title="pengrajin batik tulungagung" src="http://www.medogh.com/blog/wp-content/uploads/2012/05/pengrajin-batik-tulungagung.jpg" alt="pengrajin batik tulungagung" width="300" height="225" />Ketika ditanya tentang batik, umumnya orang akan menjawab batik solo, jogja dan pekalongan. Memang tak banyak orang yang tahu tentang batik tulungagung ini. Padahal batik ini merupakan salah satu warisan budaya yang berasal dari Tulungagung dan keberadaannya memiliki ciri khas dan menambah khazanah batik di tanah Air.</p>
<p>Berawal dari sejarah, dulunya Tulungangung dikenal dengan nama Bonoworo. Namun sejak berkembangnya kerajaan Majapahit yang memperluas wilayah kekuasannya. Adipati Kalung yang saat itu menjabat sebagai adipati di wilayah Bonorowo enggan untuk tunduk kepada Majapahit. Hingga akhirnya adipati mampu ditaklukan dan wilayah Bonoworo menjadi milik kerajaan Majapahit. Hingga saat itu, para prajurit dan keluarganya banyak yang tinggal di Bonoworo dan mengenalkan batik sebagai kesenian.</p>
<p>Sejak saat itulah, berkembang pula kesenian batik yang hingga kini menjadi salah satu sentra industri di wilayah Tulungagung. Bahkan, beberapa desa di wilayah ini telah menjadi desa wisata batik, seperti Desa Sembung dan Desa Majan. Disini pengunjung akan disuguhi oleh beragam produk batik khas Tulungagung. Mulai dari pakaian jadi, produk kebutuhan sehari-hari, seprei dll.</p>
<p>Disamping itu, batik Tulungaung hingga kini telah memiliki 86 motif yang menjadi ciri khas bagi para pengrajinnya. Dan yang paling terkenal adalah motif batik “buket ceprik gringsing”,”buket ceprik pacit ungker”, dan “lereng buket”. Ada lagi motif batik yang berupa binatang air serupa tanaman. Motif ini dimiliki oleh daerah tertua di Tulungagung yakni Mrowo. Sedangkan untuk wilayah seperti Kalangbret lebih dikenal dengan bentuk motif kotongan (bentuk kosong yang tidak memiliki isi pada ukiran batik yang dibuat serta ada motif kembang belinjo). Selain itu, di daerah Majan, para pengrajin umumnya menggunakan motif corak sido luhur dan merak biru kedah.</p>
<p>Namun, hal utama yang membedakan dari batik lainnya, ialah pada perpaduan warna. Batik Tulungagung cenderung lebih berani dalam memadukan warna. Dengan banyaknya akses informasi dan teknologi yang sudah diadaptasi, para pengrajin industry kini sudah mulai mengeliat kembali yang sebelumnya sempat mundur. Baru-baru ini, para pengrajin pun telah berupaya melakukan inovasi hingga mampu membuat kerajinan batik Tulungagung merambah ke kawasan Timur Tengah. Semoga saja dengan melihat kondisi ini, tidak mustahil batik akan akan semakin banyak digandrungi dan menjadi ikon Indonesia di dunia internasional.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.medogh.com/blog/2012/05/sejarah-singkat-batik-tulungagung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Mencuci dan Merawat Pakaian Batik</title>
		<link>http://www.medogh.com/blog/2012/05/tips-mencuci-dan-merawat-pakaian-batik/</link>
		<comments>http://www.medogh.com/blog/2012/05/tips-mencuci-dan-merawat-pakaian-batik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 May 2012 06:47:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gugus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Batik]]></category>
		<category><![CDATA[batik]]></category>
		<category><![CDATA[lerak]]></category>
		<category><![CDATA[Mencuci]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.medogh.com/blog/?p=903</guid>
		<description><![CDATA[<p>Youngsters, umumnya ketika kita membeli batik, kita sering pula menanyakan kepada pedagang mengenai jenis, cara mencuci dan merawat kain batik. Wajar dan memang bisa dimaklumi, mengingat baju batik memang berbeda bahan kainnya dengan pakaian biasa. Untuk itu berikut ada beberapa cara yang bisa Youngsters praktekkan untuk mencuci pakaian batik:</p> <p>1. Ketika mencuci kain batik ada <span style="color:#777"> . . . &#8594; Read More: <a href="http://www.medogh.com/blog/2012/05/tips-mencuci-dan-merawat-pakaian-batik/">Tips Mencuci dan Merawat Pakaian Batik</a></span>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-907" style="margin: 5px;" title="lerak cuci batik" src="http://www.medogh.com/blog/wp-content/uploads/2012/05/Lerak-Cuci-Batik-300x225.jpg" alt="lerak cuci batik" width="300" height="225" />Youngsters, umumnya ketika kita membeli batik, kita sering pula menanyakan kepada pedagang mengenai jenis, cara mencuci dan merawat kain batik. Wajar dan memang bisa dimaklumi, mengingat baju batik memang berbeda bahan kainnya dengan pakaian biasa. Untuk itu berikut ada beberapa cara yang bisa Youngsters praktekkan untuk mencuci pakaian batik:</p>
<p>1. Ketika mencuci kain batik ada beberapa pilihan cara yang bisa kita lakukan. Pertama, bisa menggunakan sabun lerak (sabun khusus untuk mencuci batik). Teman-teman bisa mendapatkannya di toko batik ataupun Laundry. Atau yang paling sederhana menggunakan ramuan garam yang dilarutkan bersama air untuk merendam pakaian batik terlebih dahulu sebelum dicuci menggunakan deterjen biasa.</p>
<p>2. Dua diantaranya bisa kalian pilih. Untuk selanjutnya, sebaiknya kalian memisahkan baju batik yang baru dibeli dan dicuci tersendiri terpisah dari pakaian lainnya. Hal ini untuk menghindari kelunturan pada pakaian lainnya.</p>
<p>3. Selanjutnya, bisa kalian rendam dengan kadar waktu yang semestinya. Jangan terlalu lama dan terlalu cepat.</p>
<p>4. Disarankan kepada kalian agar tidak menggunakan mesin cuci. Pemakaian mesin cuci justru akan merusak kain batik terlebih bila batik tersebut terbuat dari sutera.</p>
<p>5. Kuceklah bagian-bagian pada pakaian batik yang memang memiliki noda, Cara menguceknyapun dengan perlahan dan tidak menggunakan sikat cuci, cukup dengan tangan saja.</p>
<p>6. Setelah selesai, bilaslah dengan air bersih dengan cara dicelup-celupkan.</p>
<p>7. Ketika membilas remaslah dengan perlahan. Meremas terlalu keras dapat merusak serat kain dari batik tersebut.</p>
<p>8. Setelah itu, jemurlah batik dengan menggunakan hanger dan ditempat yang tidak langsung terkena sinar matahari. Hal ini untuk mencegah agar warna batik tidak mudah pudar. Cukup diangin-anginkan saja.</p>
<p>9. Setelah kering, boleh saja disetrika menggunakan setrika biasa dengan kadar panas standar. Namun, disarankan untuk menggunakan handsteamer untuk merapikan dan melincinkannya.</p>
<p>10. Simpanlah batik di lemari Anda. Namun, sebaiknya tidak menggunakan kapur barus, karena dapat merusak serat kain batik. Sebagai gantinya kita bisa menggunakan bahan alami seperti lada dan merica yang dibungkus tisu dan dimasukkan kedalam lemari kita. Bahan ini secara lebih alami akan menjaga baju batik kita selama disimpan di lemari.</p>
<p>Semoga bermanfaat dan selamat mencoba ya Youngsters <img src='http://www.medogh.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.medogh.com/blog/2012/05/tips-mencuci-dan-merawat-pakaian-batik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenal Sejarah Batik Pekalongan</title>
		<link>http://www.medogh.com/blog/2012/05/mengenal-sejarah-batik-pekalongan/</link>
		<comments>http://www.medogh.com/blog/2012/05/mengenal-sejarah-batik-pekalongan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 May 2012 06:24:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gugus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Batik]]></category>
		<category><![CDATA[batik]]></category>
		<category><![CDATA[Pekalongan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.medogh.com/blog/?p=895</guid>
		<description><![CDATA[<p>Salah satu batik yang cukup memiliki nama di tanah air ialah batik pekalongan. Memang dalam catatan sejarah, tidak ada yang tahu pasti kapan batik pekalongan ini muncul di wilayah pekalongan, namun ahli sejarah memperkirakan sekitar tahun 1800.</p> <p style="text-align: center;"></p> <p>Ditilik dari sejarahnya, batik ini berakar dari batik Solo dan Yogyakarta yang akhirnya menyebar luas <span style="color:#777"> . . . &#8594; Read More: <a href="http://www.medogh.com/blog/2012/05/mengenal-sejarah-batik-pekalongan/">Mengenal Sejarah Batik Pekalongan</a></span>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu batik yang cukup memiliki nama di tanah air ialah batik pekalongan. Memang dalam catatan sejarah, tidak ada yang tahu pasti kapan batik pekalongan ini muncul di wilayah pekalongan, namun ahli sejarah memperkirakan sekitar tahun 1800.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-897" title="industri batik pekalongan" src="http://www.medogh.com/blog/wp-content/uploads/2012/05/industri-batik-pekalongan.jpg" alt="industri batik pekalongan" width="641" height="452" /></p>
<p>Ditilik dari sejarahnya, batik ini berakar dari batik Solo dan Yogyakarta yang akhirnya menyebar luas hingga ke wilayah pekalongan. Saat itu, terjadi perang yang mengakibatkan perpecahan di tubuh kerajaan mataram, yang dipimpin oleh Panembahan Senopati. Akibatnya, banyak keluarga raja dan pengikutnya yang mengungsi ke beberapa wilayah. Ke daerah timur mereka mengungsi ke wilayah seperti Surabaya, Madura, gresik sedangkan ke barat mereka mengungsi ke wilayah seperti Tulunganggung, banyumasan, kebumen dan termasuk ke wilayah Pekalongan. Hal inilah yang akhirnya menjadi cikal bakal munculnya berbagai batik di beberapa daerah tersebut dengan corak dan motif yang khas dari masing-masing daerah.</p>
<p>Keluarga raja dan pengikutnya yang mengungsi di wilayah pekalongan mengembangkan tradisi membatik yang sudah ada dan mewariskannya secara turun temurun kepada generasi di wilayah itu. Dalam mengembangkan tradisi membatik, para pembatik tersebut menyesuaikan corak dan motif dengan kondisi penduduk setempat. Sehingga, motif dan corak batik yang dihasilkan pun mengalami akulturasi budaya. Sama-sama batik, namun berbeda dari sisi motif dan perpaduan warna. Lama kelamaan, tradisi batik tersebut berkembang dan hingga saat ini menjadi industri sekaligus matapencaharian bagi ratusan penduduk di wilayah pekalongan.</p>
<p>Sebut saja misalnya : Buaran, pekajangan, Wonopringgo dll. Ratusan penduduk tersebut bergerak menjadi pengrajin dalam industry batik dengan skala kecil dan menengah. Mereka menghasilkan batik dengan berbagai jenis produk setiap harinya. Hingga di wilayah Pekajangan sendiri akhirnya dikenal sebagai wilayah pertenunan untuk pertama kalinya sejak diperkenalkan pada abad 20 silam. Produk yang dihasilkan ialah kain tenun dan stagen dengan proses pembuatan secara sederhana. Masyarkatnya banyak pula yang berkerja disektor dini disamping bertani.</p>
<p>Seperti umumnya industri kecil menengah yang memiliki banyak kendala dan persaingan, industry batik di pekalongan perlu mendapatkan perhatian dari berbagai lapisan masyarakat termasuk pemerintah daerah setempat. Sehingga batik pekalongan tidak kalah saing dengan negara seperti Cina dan Vitenam yang juga memproduksi batik secara massal. Dengan perhatian yang bisa kita berikan, misalnya menggunakan produk batik dalam negeri di berbagai kesempatan, maka kita sudah belajar untuk melestarikan warisan budaya batik yang merupakan kebanggan bangsa Indonesia ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.medogh.com/blog/2012/05/mengenal-sejarah-batik-pekalongan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kain Besurek: Ikon Batik Kota Bengkulu</title>
		<link>http://www.medogh.com/blog/2012/05/kain-besurek-ikon-batik-kota-bengkulu/</link>
		<comments>http://www.medogh.com/blog/2012/05/kain-besurek-ikon-batik-kota-bengkulu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 May 2012 05:47:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gugus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Batik]]></category>
		<category><![CDATA[batik]]></category>
		<category><![CDATA[Bengkulu]]></category>
		<category><![CDATA[Besurek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.medogh.com/blog/?p=884</guid>
		<description><![CDATA[<p>Bengkulu merupakan salah satu kawasan yang berada di wilayah Sumatera. Memang nama Bengkulu sebagai wilayah penghasil batik belum terekspos secara luas. Namun yang perlu menjadi catatan, Provinsi dengan ibukota Bengkulu ini ternyata memiliki ciri khas batik yang tidak kalah saing dari daerah lainnya. Namanya batik besurek.</p> <p>Batik besurek merupakan salah satu warisan budaya dari kota <span style="color:#777"> . . . &#8594; Read More: <a href="http://www.medogh.com/blog/2012/05/kain-besurek-ikon-batik-kota-bengkulu/">Kain Besurek: Ikon Batik Kota Bengkulu</a></span>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-887" style="margin: 5px;" title="batik besurek bengkulu" src="http://www.medogh.com/blog/wp-content/uploads/2012/05/batik-besurek-bengkulu.jpg" alt="batik besurek bengkulu" width="300" height="275" />Bengkulu merupakan salah satu kawasan yang berada di wilayah Sumatera. Memang nama Bengkulu sebagai wilayah penghasil batik belum terekspos secara luas. Namun yang perlu menjadi catatan, Provinsi dengan ibukota Bengkulu ini ternyata memiliki ciri khas batik yang tidak kalah saing dari daerah lainnya. Namanya batik besurek.</p>
<p>Batik besurek merupakan salah satu warisan budaya dari kota yang dikenal sebagai Gading Cempaka ini. Besurek merupakan bahasa Bengkulu yang berarti bersurat atau bertulis. Sehingga batik besurek merupakan batik yang bertulis dan bersurat. Motif yang digunakan pada batik besurek memang kebanyakan adalah huruf kaligrafi. Umumnya huruf kaligrafi yang digunakan dapat pula dibaca pada motif kain namun tidak memiliki makna.</p>
<p>Dulu kain besurek hanya digunakan dalam ucapara ritual keagamaan di wilayah Bengkulu, namun karena adanya transisi dan perubahan zaman, Kain besurek sekarang ini telah menyebar dan dimanfaatkan dalam berbagai acara dan kondisi, seperti seragams sekolah, baju kantor, pakaian resepsi dll. Umumnya motif yang diusung selain huruf kaligrafi adalah burung kuau, relung paku, motif rembulan dan bunga rafflesia. Seperti yang kita ketahui bersama, bunga rafflesia merupakan ikon Kota Bengkulu, dimana sejarah telah menjelaskan bahwa Bunga Rafflesia pertama kali ditemukan oleh Stanfford Raffles di kawasan Hutan Bengkulu. Sehingga untuk mengabadikan namanya, maka bunga tersebut diberi nama Bunga Rafflesia. Selain itu ada pula motif burung kuau yang bergambar burung dan digambar dari rangkaian motif kaligrafi, Kemudian ada motif relung paku yang bentuknya meliuk-liuk seperti paku. Serta motif rembulan yang berbentuk rembulan bulat dengan kombinasi huruf kaligrafi yang diukir indah.</p>
<p>Dalam proses pembuatannya pun hampir sama dengan batik di daerah lainnya, yakni menggunakan lilin dan proses pelorotan hingga menjadi kain siap pakai. Namun, yang membedakan dari batik di daerah seperti jawa, yakni pada warna. Batik jawa kebanyakan menggunakan warna redup seperti kuning, coklat, biru. Sedangkan batik besurek lebih berani menggunakan warna cerah seperti merah yang menyala dengan paduan warna yang beragam Namun, perbedaan itulah yang sebenarnya menjadi ciri khas dari batik-batik di masing daerah.</p>
<p>Batik besurek umumnya dijual di toko yang menjual aneka oleh-oleh dan souvenir. Harga yang ditawarkan pun beragam, mulai dari ribuan hingga ratusan ribu. Bila Anda suatu waktu berkunjung ke wilayah Bengkulu, maka tak ada salahnya menyisihkan kocek untuk membeli kain besurek sebagai oleh-oleh.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.medogh.com/blog/2012/05/kain-besurek-ikon-batik-kota-bengkulu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berburu Kain Batik di Pasar Beringharjo Yogyakarta</title>
		<link>http://www.medogh.com/blog/2012/05/berburu-kain-batik-di-pasar-beringharjo-yogyakarta/</link>
		<comments>http://www.medogh.com/blog/2012/05/berburu-kain-batik-di-pasar-beringharjo-yogyakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 May 2012 05:23:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gugus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Batik]]></category>
		<category><![CDATA[batik]]></category>
		<category><![CDATA[Beringharjo]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar]]></category>
		<category><![CDATA[yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.medogh.com/blog/?p=876</guid>
		<description><![CDATA[<p>Pasar Beringharjo Merupakan salah satu pasar yang terbesar dan terlengkap di Yogyakarta. Pasar ini berada satu kawasan dengan Malioboro yang menjadi icon wisata Yogyakarta. Dalam perkembangannya pasar ini merupakan pasar tradisional dengan tatanan modern meski telah berdiri sejak tahun 1758 setelah berdirinya Kraton Ngayogyarta.</p> <p>Namanya pun diambil dari kata bering yang berarti pohon beringin dan <span style="color:#777"> . . . &#8594; Read More: <a href="http://www.medogh.com/blog/2012/05/berburu-kain-batik-di-pasar-beringharjo-yogyakarta/">Berburu Kain Batik di Pasar Beringharjo Yogyakarta</a></span>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-881" style="margin: 5px;" title="batik pasar beringharjo yogyakarta" src="http://www.medogh.com/blog/wp-content/uploads/2012/05/batik-pasar-beringharjo-yogyakarta.jpg" alt="batik pasar beringharjo yogyakarta" width="298" height="212" />Pasar Beringharjo Merupakan salah satu pasar yang terbesar dan terlengkap di Yogyakarta. Pasar ini berada satu kawasan dengan Malioboro yang menjadi icon wisata Yogyakarta. Dalam perkembangannya pasar ini merupakan pasar tradisional dengan tatanan modern meski telah berdiri sejak tahun 1758 setelah berdirinya Kraton Ngayogyarta.</p>
<p>Namanya pun diambil dari kata bering yang berarti pohon beringin dan harjo yang berarti kesejahteraan. Sehingga harapannya kawasan yang dulunya ini merupakan hutan beringin ini nantinya bisa menjadi sarana dalam mencapai kesejahteraan ekonomi masyarakat.</p>
<p>Di pasar ini, penunjung akan mendapati beragam souvenir, jajanan hingga pakaian dengan berbagai tingkatan harga. Ketika memasuki pasar ini, pengunjung akan disuguhi beraneka ragam jenis motif batik yang telah dijahit dengan berbagai model dan ukuran. Di lantai dasar pasar ini, pengunjung pun bisa memperoleh tekstil kain batik dengan berbagai corak dan pilihan. Dengan tatanan kios yang telah diatur sedemikian rupa, pengunjung dapat mendatangi masing-masing kios sesuai dengan selera. Ada kios yang menjual pakaian jadi seperti piyama batik, kemeja batik, hingga seprei batik.</p>
<p>Umumnya, batik-batik tersebut berasal dari sentra batik di kawasan Yogyakarta hingga beberapa daerah seperti Solo dan pekalongan. Seperti umumnya pasar tradisional, kemampuan pengunjung dalam tawar menawar sangat dibutuhkan. Jangan salah, bila kemampuan ini tidak diterapkan, maka pengunjung akan mendapatkan jatah harga yang cukup mahal. Karena meskipun sama motif dan desain bajunya, harga yang umumnya ditawarkan akan berbeda-beda di tiap tokonya. Untuk itulah diperlukan tawar-menawar dalam transaksi. Namun, bila memang dirasakan sulit, pengunjung bisa beralih ke pedangan lainnya, dan melakukan kesepakatan harga kembali. Umumnya, harga yang semula tinggi, bila ditawar bisa kurang dari setengah harga sebelumnya. Selamat Mencoba <img src='http://www.medogh.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.medogh.com/blog/2012/05/berburu-kain-batik-di-pasar-beringharjo-yogyakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pasar Klewer: Ikon Pasar Batik Solo</title>
		<link>http://www.medogh.com/blog/2012/05/pasar-klewer-ikon-pasar-batik-solo/</link>
		<comments>http://www.medogh.com/blog/2012/05/pasar-klewer-ikon-pasar-batik-solo/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 May 2012 08:37:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gugus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Batik]]></category>
		<category><![CDATA[batik]]></category>
		<category><![CDATA[Klewer]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar]]></category>
		<category><![CDATA[Solo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.medogh.com/blog/?p=869</guid>
		<description><![CDATA[<p>Berbicara mengenai batik, salah satu pasar terkenal yang menjadi sentral perdagangan batik di Indonesia adalah Pasar Klewer. Pasar ini merupakan pasar tradisional yang letaknya berada di pusat Kota Solo, tepatngnya sebelah utara alun-alun Kota Solo.</p> <p>Dalam perkembangannya, bangunan pasar ini telah berulang kali direnovasi. Meski demikian, unsur tradisionalnya tidak sepenuhnya hilang.</p> <p>Di lantai dasar, pengunjung <span style="color:#777"> . . . &#8594; Read More: <a href="http://www.medogh.com/blog/2012/05/pasar-klewer-ikon-pasar-batik-solo/">Pasar Klewer: Ikon Pasar Batik Solo</a></span>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-872" style="margin: 5px;" title="pasar klewer solo" src="http://www.medogh.com/blog/wp-content/uploads/2012/05/pasar-klewer-solo.jpg" alt="pasar klewer solo" width="300" height="225" />Berbicara mengenai batik, salah satu pasar terkenal yang menjadi sentral perdagangan batik di Indonesia adalah Pasar Klewer. Pasar ini merupakan pasar tradisional yang letaknya berada di pusat Kota Solo, tepatngnya sebelah utara alun-alun Kota Solo.</p>
<p>Dalam perkembangannya, bangunan pasar ini telah berulang kali direnovasi. Meski demikian, unsur tradisionalnya tidak sepenuhnya hilang.</p>
<p>Di lantai dasar, pengunjung akan ditawari beragam produk bernuansa batik, beberapa kiospun menyediakan seprei hingga baju sarimbit yang dapat digunakan berpasangan. Di lantai 2, Youngsters akan mendapati pakaian kemeja, celana jeans, kaos, jaket dll dengan harga dan kualitas yang tidak jauh berbeda dengan kondisi toko umumnya.</p>
<p>Dulunya pasar ini merupakan salah satu pasar yang menjadi tempat transaksi jual beli masyarakat keraton. Disamping itu, Pasar ini menjadi simbol dan identitas kota Solo dan telah terkenal hingga ke kawasan Asia. Hingga kini, omzet dari pasar klewer ini mencapai 6 Miliar perharinya. Sehingga keberadaannya merupakan salah satu penunjang sektor ekonomi di wilayah Solo.</p>
<p>Mengingat, Kota solo telah menjadi rujukan bagi perkembangan batik di beberapa wilayah di Jawa Tengah. Bila Rekan-rekan berkunjung ke wilayah Solo, jangan lupa untuk mampir sejenak ke pasar klewer ini. Dijamin, teman-teman akan menemukan beragam pernak-pernik bernuansa batik, mulai dari produk celana panjang, rok, kaos, gantungan kunci, wadah laptop dll. Pengunjung akan mendapatinya di lantai 1 dengan kios-kios yang berjajar rapi di dalam maupun di luar toko. Harga batik yang ditawarkan pun sangat beragam, mulai dari yang standar, hingga dengan nominal yang mahal. Meski demikian, pasar Klewer tetap menjadi protitas para pengunjung dalam mendapatkan batik yang sesuai dengan kocek. Keberagaman produk dan tawar-menawar menjadi hal yang unik dan dapat dijumpai tatkala sedang melakukan transaksi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.medogh.com/blog/2012/05/pasar-klewer-ikon-pasar-batik-solo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Solo: Kota yang Menjadikan Batik Sebagai Identitas Kotanya</title>
		<link>http://www.medogh.com/blog/2012/05/solo-kota-yang-menjadikan-batik-sebagai-identitas-kotanya/</link>
		<comments>http://www.medogh.com/blog/2012/05/solo-kota-yang-menjadikan-batik-sebagai-identitas-kotanya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 May 2012 09:18:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gugus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Batik]]></category>
		<category><![CDATA[batik]]></category>
		<category><![CDATA[Kota]]></category>
		<category><![CDATA[Solo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.medogh.com/blog/?p=862</guid>
		<description><![CDATA[<p>Berbicara mengenai kota Solo, apa yang kiranya terlintas dalam benak rekan-rekan semuanya? Barangkali Solo lebih dikenal sebagai salah satu Kota Budaya. Tepat sekali, slogan “Solo The Spirit Of Java” telah menjadi satu semboyan yang membawa kota Solo menjadi salah satu kota budaya dan seni, khususnya dalam hal batik membatik. Hal inilah yang menjadi identitas tersendiri <span style="color:#777"> . . . &#8594; Read More: <a href="http://www.medogh.com/blog/2012/05/solo-kota-yang-menjadikan-batik-sebagai-identitas-kotanya/">Solo: Kota yang Menjadikan Batik Sebagai Identitas Kotanya</a></span>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-865" style="margin: 5px;" title="kota solo" src="http://www.medogh.com/blog/wp-content/uploads/2012/05/kota-solo.jpg" alt="kota solo" width="470" height="352" />Berbicara mengenai kota Solo, apa yang kiranya terlintas dalam benak rekan-rekan semuanya? Barangkali Solo lebih dikenal sebagai salah satu Kota Budaya. Tepat sekali, slogan “Solo The Spirit Of Java” telah menjadi satu semboyan yang membawa kota Solo menjadi salah satu kota budaya dan seni, khususnya dalam hal batik membatik. Hal inilah yang menjadi identitas tersendiri bagi kota ini. Bila kita berkunjung ke wilayah Solo, kita akan disuguhi beragam pilihan produk batik mulai dari harga yang merakyat hingga harga yang tinggi.</p>
<p><strong>Namun, tahukah kalian bagaimana sejarah batik di kota budaya ini?</strong></p>
<p>Keberadaan batik di Kota solo memang tidak bisa lepas dari pengaruh kerajaan Majapahit dan Mataram serta pengaruh Islam. Bahkan batik solo dan Yogyakarta merupakan akar dari berbagai batik diwilayah Jawa Tengah dan sekitarnya seperti : Banyumas, Tulunganggung hingga pekalongan.</p>
<p>Batik dulunya lebih banyak digunakan oleh kaum ningrat dan bangsawan. Terlebih saat itu, batik lebih menjadi simbol kekuasaan maka tak heran bila tidak semuanya bisa menggunakan batik sebagai pakaian. Dan lagi, batik dulu lebih banyak digunakan oleh kaum wanita sebagai sebuah hobi dan sarana mempercantik diri dalam berbusana. Hingga akhirnya pada abad ke 17 hingga 19, batik mulai menyebar ke berbagai kawasan dan menjadi pekerjaan yang ekslusif bagi seorang perempuan melalui batik tulisnya.</p>
<p>Namun, seiring perkembangan waktu, mulailah dikenal batik cap yang sekarang ini banyak beredar dipasaran. Meski demikian, seni dan budaya batik masih saja dilestarikan di kawasan Solo. Hal ini terbukti dengan masih adanya kampung batik yang tersebar di beberapa kawasan. Sebut saja kampung batik Laweyan yang dulunya merupakan tempat berkembangnya Sarikat Dagang Islam. Ataupun di kampung batik Kauman yang juga menyediakan beragam batik dengan berbagai pilihan corak dan motif. Di kedua tempat tersebut, pengunjung akan mendapati rumah-rumah penduduk berarsitektur lama yang sudah menjadi showroom batik dan butik.</p>
<p>Kampung laweyan memang sudah menjadi salah satu kampong industry batik di wilayah solo. Disana pengunjung akan disuguhi beragam jenis batik dengan berbagai desain dan pola. Jangan khwatir, rumah-rumah batik di kedua kawasan tersebut biasanya menawarkan jasa belajar membatik dengan harga yang terjangkau juga. Bila sudah begitu, pengunjung bisa berbelanja sekaligus belajar membatik. Tak ada salahnya mencoba, bila suatu waktu, Youngsters berkempatan mengunjungi kota Solo yang telah menjadikan batik sebagai identitas kotanya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.medogh.com/blog/2012/05/solo-kota-yang-menjadikan-batik-sebagai-identitas-kotanya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Malioboro: Kawasan Wisata Belanja Batik di Yogyakarta</title>
		<link>http://www.medogh.com/blog/2012/05/malioboro-kawasan-wisata-belanja-batik-di-yogyakarta/</link>
		<comments>http://www.medogh.com/blog/2012/05/malioboro-kawasan-wisata-belanja-batik-di-yogyakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 May 2012 04:15:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gugus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Batik]]></category>
		<category><![CDATA[batik]]></category>
		<category><![CDATA[malioboro]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<category><![CDATA[yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.medogh.com/blog/?p=858</guid>
		<description><![CDATA[<p>Bila berkunjung ke wilayah Yogyakarta, tak lengkap rasanya bila kita tak bertandang dan melihat kawasan Malioboro. Ya, kawasan yang hanya berjarak 800 meter dari keraton Yogyakarta ini memang menyimpan daya tarik tersendiri, khususnya bagi para pengunjung yang baru sekali menginjakkan kakinya ke wilayah Yogyakarta.</p> <p>Kawasan Malioboro ini memang kental dengan nuansa modern yang bercampur dengan <span style="color:#777"> . . . &#8594; Read More: <a href="http://www.medogh.com/blog/2012/05/malioboro-kawasan-wisata-belanja-batik-di-yogyakarta/">Malioboro: Kawasan Wisata Belanja Batik di Yogyakarta</a></span>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-860" style="margin: 5px;" title="Batik Malioboro Yogyakarta" src="http://www.medogh.com/blog/wp-content/uploads/2012/05/Batik-Malioboro-Yogyakarta.jpg" alt="Batik Malioboro Yogyakarta" width="300" height="225" />Bila berkunjung ke wilayah Yogyakarta, tak lengkap rasanya bila kita tak bertandang dan melihat kawasan Malioboro. Ya, kawasan yang hanya berjarak 800 meter dari keraton Yogyakarta ini memang menyimpan daya tarik tersendiri, khususnya bagi para pengunjung yang baru sekali menginjakkan kakinya ke wilayah Yogyakarta.</p>
<p>Kawasan Malioboro ini memang kental dengan nuansa modern yang bercampur dengan tradisional. Dikatakan modern karena berbagai pusat perbelanjaan, Mall dan restoran cepat saji tersedia di sepanjang jalan Malioboro. Sedangkan dikatakan tradisional karena masih banyak transportasi seperti delman, orang-orang pribumi lokal yang juga berjualan produk tradisional seperti barang dan makanan yang tersebar pula di sepanjang pelataran jalan. Pengunjung dijamin akan menikmati kemodernan dan kekentalan budaya secara bersamaan.</p>
<p>Di kawasan inipun pengunjung akan disuguhi beragam pemandangan berbagai barang cenderamata, pakaian dan batik yang banyak dijual di kanan-kiri jalan. Berbagai pernak-pernik mulai dari aksesoris, gantungan kunci, beragam jenis pakaian tersedia disini. Dan yang menjadi ciri khas ialah batik yang dipasang berderet dipinggiran toko, bahkan di etalase toko batik yang tersedia. Harga yang ditawarkanpun beragam, mulai dari yang murah puluhan ribu hingga mahal dengan nominal ratusan ribu. Umumnya, batik yang dijual disana berasal dari industry batik yang berada di wilayah sekitaran Jogyakarta sendiri. Namun, memang beberapa pedagang mengambil barang dari Solo dan pekalongan.</p>
<p>Seperti umumnya pada transaksi jual beli, para pengunjung akan dihadapkan para proses tawar menawar yang terkadang ruwet dan panjang. Namun, jangan salah, justru keunikannya terletak pada proses transaksi yang terjadi. Semisal harga yang ditawarkan semula mencapai Rp 50.000, maka melalui proses tawar menawar, kadang kala pedagang bisa melepaskan harganya dengan nominal Rp 10.000 saja. Para pedagang biasanya mengetahui mana-mana saja pengunjung lokal dan pengunjung dari luar Yogyakarta, maka tak heran bila kita akan menemui harga yang berbeda-beda dari satu pedagang dengan pedagang lainnya. Mereka umumnya seringkali menaikkan harga hingga 3 kali lipat, namun jangan khawatir para pengunjung diberikan keleluasaan pula untuk menawar. Itu menjadi strategi tersendiri bila berbelanja di kawasan ini. Kemampuan tawar menawar barang memang sangat diperlukan. Meski demikian, hal itulah yang membawa keunikan dan daya tarik tersendiri bagi kawasan Malioboro ini.</p>
<p>Bagi kalian yang akan berkunjung ke Yogyakarta, jangan lupa untuk singgah dan menawar harga ya!!!<br />
Selamat berwisata dan mencoba <img src='http://www.medogh.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.medogh.com/blog/2012/05/malioboro-kawasan-wisata-belanja-batik-di-yogyakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Batik Sebagai Kurikulum Pendidikan</title>
		<link>http://www.medogh.com/blog/2012/05/batik-sebagai-kurikulum-pendidikan/</link>
		<comments>http://www.medogh.com/blog/2012/05/batik-sebagai-kurikulum-pendidikan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 May 2012 04:41:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gugus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Batik]]></category>
		<category><![CDATA[batik]]></category>
		<category><![CDATA[fashion]]></category>
		<category><![CDATA[seragam batik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.medogh.com/blog/?p=850</guid>
		<description><![CDATA[<p>Batik sebagai warisan budaya, komentar itu kerap kali meluncur dari kita sebagai warga negara. Mencintai produk budaya yang satu ini memang sudah menjadi wacana dimana-mana. Buktinya, banyak iklan di berbagai media, baik elektonik maupun cetak kerapkali memasang berita mengenai batik. Baik itu melalui fashion, maupun promosi produk batik lainnya.</p> <p>Namun, yang perlu dicermati seksama, warisan <span style="color:#777"> . . . &#8594; Read More: <a href="http://www.medogh.com/blog/2012/05/batik-sebagai-kurikulum-pendidikan/">Batik Sebagai Kurikulum Pendidikan</a></span>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Batik sebagai warisan budaya, komentar itu kerap kali meluncur dari kita sebagai warga negara. Mencintai produk budaya yang satu ini memang sudah menjadi wacana dimana-mana. Buktinya, banyak iklan di berbagai media, baik elektonik maupun cetak kerapkali memasang berita mengenai batik. Baik itu melalui fashion, maupun promosi produk batik lainnya.</p>
<p>Namun, yang perlu dicermati seksama, warisan budaya yang diwacanakan perlu dilestarikan ini kiranya perlu memiliki wadah dalam pendidikan kita. Salah satunya melalui penanaman kurikululm batik di sekolah. Memang, di beberapa sekolah sudah ada yang menerapkannya, namun banyak pula yang belum terlaksanakan sepenuhnya. Bisa dipastikan, jam pembelajaran yang ada di sekolah sudah dipenuhi oleh berbagai macam matapelajaran umum lainnya.</p>
<h2>Mengapa kurikulum batik dalam pendidikan kita diperlukan?</h2>
<p>Hal ini terkait dengan pendidikan sejak dini. Penanaman nilai melalui jalur pendidikan bukanlah proses yang instan, diperlukan waktu dan ketelatenan sehingga nilai yang ditanamankan dapat terserap ke dalam jiwa dan pikiran generasi muda. Misalnya saja, pengenalan batik sebagai budaya dan nilai seni dapat dilakukan pada tingkatan SD dan SMP, melalui pengenalan itu,harapannya anak-anak sudah memiliki pikiran bahwa batik adalah sesuatu yang berharga dan merupakan warisan nenek moyang yang perlu dijaga. Dengan begitu, mereka akan suka menggunakan batik di berbagai kesempatan dan peristiwa. Pengenalan inipun akhirnya berlanjut hingga jenjang SMA dan perguruan tinggi, saat-saat dimana mereka akan mengenal lebih jauh bagaimana sejarah batik secara detail, makna batik yang dulunya merupakan simbol kekuasaan, hingga kondisi dan nasib para pengrajin batik di tengah gencarnya produk-produk import lainnya.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-851" title="Seragam Batik Sekolah" src="http://www.medogh.com/blog/wp-content/uploads/2012/05/Seragam-Batik-Sekolah.jpg" alt="Seragam Batik Sekolah" width="555" height="371" /></p>
<p>Melalui pengenalan yang bertahap tersebut, generasi muda akan mengenal batik secara dalam dan menyeluruh. Tidak mustahil akan muncul sikap bijak dalam melestarikannya, bahkan tidak aka nada lagi perasaan malu untuk mengakui batik sebagai warisan budaya yang bernilai tinggi.</p>
<p>Perlu pula diketahui, di beberapa negara seperti Italia, tepatnya di sekolah mode tertua bernama Koefia, telah menjadikan batik sebagai kurikulum disalah satu pelajarannya. Pihak Koefia menjadikan batik solo, sebagai salah satu bahan kaijan dalam pelajarannya. Bahkan mereka memiliki konsep fashion heritage sebagai salah satu media pembelajarannya. Untuk itu, tidak ada salahnya juga, menerapkan batik sebagai salah satu kurikulum di jenjang pendidikan kita. Barangkali dengan begitu, generasi muda akan lebih mencintai batik dan bangga menjadikannya sebagai identitas bangsa. Semoga!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.medogh.com/blog/2012/05/batik-sebagai-kurikulum-pendidikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Membuat Seragam Batik untuk Komunitas</title>
		<link>http://www.medogh.com/blog/2012/05/tips-membuat-seragam-batik-untuk-komunitas/</link>
		<comments>http://www.medogh.com/blog/2012/05/tips-membuat-seragam-batik-untuk-komunitas/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 May 2012 07:17:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gugus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Batik]]></category>
		<category><![CDATA[kain batik]]></category>
		<category><![CDATA[seragam batik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.medogh.com/blog/?p=844</guid>
		<description><![CDATA[<p>Perkembangan zaman yang semakin maju rupanya telah membawa banyak sekali perubahan dalam tatanan masyarakat kita. Termasuk penggunaan kain batik sebagai sebuah seni budaya, bila dulu kain batik hanya digunakan oleh kaum bangsawan dan ningrat dengan situasi yang sacral dan formal. Rupanya tidak begitu untuk saat ini, dimana kain batik dengan mudahnya ditemui di berbagai tempat <span style="color:#777"> . . . &#8594; Read More: <a href="http://www.medogh.com/blog/2012/05/tips-membuat-seragam-batik-untuk-komunitas/">Tips Membuat Seragam Batik untuk Komunitas</a></span>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perkembangan zaman yang semakin maju rupanya telah membawa banyak sekali perubahan dalam tatanan masyarakat kita. Termasuk penggunaan kain batik sebagai sebuah seni budaya, bila dulu kain batik hanya digunakan oleh kaum bangsawan dan ningrat dengan situasi yang sacral dan formal. Rupanya tidak begitu untuk saat ini, dimana kain batik dengan mudahnya ditemui di berbagai tempat dan situasi. Mulai dari kondisi santai di mall, hang out dan nongkrong, hingga acara resepsi pernikahan dan event berskala nasional bahkan internasional.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-846" title="Seragam Jaket Batik Komunitas" src="http://www.medogh.com/blog/wp-content/uploads/2012/05/Seragam-Jaket-Batik-Komunitas.jpg" alt="Seragam Jaket Batik Komunitas" width="720" height="540" /></p>
<p>Batik pun rupanya dapat digunakan dengan padu-padan yang digunakan secara bersamaan oleh suami istri ataupun pasangan, yang orang banyak menyebutnya batik sarimbit, Disamping itu, batik pun rupanya dapat digunakan untuk berbagi kebersamaan, melalui seragam. Saat ini diberbagai sekolah, perusahaan, komunitas banyak sekali dijumpai penggunaan kain batik sebagai bentuk idnetitas kolektif. Tak jarang, batik yang digunakan pun bercorak sama dan menarik bagi masing-masing komunitas. Memilih batik sebagai seragam dan identitas rupanya dapat dilakukan dengan kiat-kiat terentu. Berikut tips yang dapat digunakan :</p>
<p>1. Buatlah kesepakatan antar rekan mengenai mode dan corak batik yang mana yang hendak dibuat seragam. Penting pula, mendata ukuran seragam dari rekan-rekan yang lainnya.</p>
<p>2. Namun, bila dapat merancang sendiri, maka disarankan seragam batik didesain sendiri berdasarkan kreativitas. Hal ini tentu lebih kreatif, inovatif dan tidak memiliki kembaran motif.</p>
<p>3. Namun, bila tidak pilihlah kain batik dengan motif menarik yang sudah ada di toko tekstil ataupun konveksi.</p>
<p>4. Tidak ada salahnya melakukan obesrvasi di beberapa toko dan konveksi untuk mendapatkan motif yang unik dan menarik sesuai dengan budget yang ada. Karena seragam nantinya akan menjadi ciri khas dalam jangka waktu lama.</p>
<p>5. Bila perlu sharingkanlah dengan pemilik toko atau konveksi, barangkali ada masukan motif dan bahan kain yang baik dengan harga terjangkau.</p>
<p>6. Setelah itu, seperti umumnya transaksi, tidak ada salahnya bernegosiasi mengenai harga.</p>
<p>7. Setelah mencapai kesepakatan, berikanlah ukuran seragam yang hendak dibuat sedetail mungkin. Sehingga, nantinya tidak ada ukuran baju seragam batik yang salah jahit ataupun complain disana-sini.</p>
<p>8. Bila ada DP sebagai uang muka, maka bayarkanlah. Hal ini dimaksudkan sebagai tanda janji. Setelah itu buat kesepakatan waktu peneyelesaian seragam dan pembayaran. Hal ini dimaksudkan agar tidak rugi di salah satu pihak.</p>
<p>Ingin miliki seragam batik dengan desain dan motif kain batik yang unik? Segera hubungi <a href="http://medogh.com">Medogh.com</a>, para Heroes Medogh akan dengan senang hati selalu siap membantu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.medogh.com/blog/2012/05/tips-membuat-seragam-batik-untuk-komunitas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

