Berkunjung ke Kampung Batik Kauman di Kota Solo

Berkunjung ke Kampung Batik Kauman di Kota Solo

Kampung Batik Kauman SoloBila berkunjung ke Kota Budaya Solo, tak asik bila tidak menikmati secara langsung sentra industry batik di beberapa kampung batik yang ada di Solo. Di solo, sentra industri batik memang menyebar luas, selain berada di kampung batik laweyan, kegiatan industri batik pun ada pula di Kampung Kauman. Jarak Kampung Batik laweyan dengan kampung batik Kauman hanya sekitar sekitar 10 km. Meski begitu, keduanya memang menjadi salah satu tempat penting yang harus dikunjungi tatkala Kita singgah di Solo.

Dulunya, disamping dihuni oleh keluarga keraton, wilayah kauman banyak dihuni pula oleh para ulama, kyai yang terdiri dari anom, ketip suronoto serta kaum. Disinyalir nama kauman sendiri diambil dari masyarakatnya yang kebanyakan berstatus “kaum” (abdi dalem). Keberadaan mereka pulalah yang akhirnya mewarisi tradisi membatik kepada generasi penerusnya hingga kini.

Bila berkunjung ke kampung ini, pengunjung akan tahu, bahwa kampung ini memang terbilang ramai, posisinya yang sangat beredekatan dengan wilayaha keraton, masjid agung Surakarta hingga pasar klewer yang menjadikan kampung ini sayang bila dilewatkan. Kedekatan letaknya dengan keraton pun berpengaruh pula pada corak dan motif karya yang dihasilkan. Motif yang dihasilkan dari kampung batik kauman ini pun sangat kental dengan simbol dan kekuasaan pihak keluarga keraton.

Disamping berkunjung untuk melihat batik, pengunjungpun akan dibawa seolah-olah berada pada tempo dulu, maklum, bangunan yang berada di kampung batik kauman rata-rata masih bergaya arsitektur lama dengan paduan klasik elegan. Deretan bangunan yang dibangun sebenarnya mengandung unusur nilai yang tinggi. Renovasi sendiripun memang tidak banyak dilakukan oleh para pemilik rumah (homeindustry) karena diyakini memiliki nilai sejarah tersendiri. Sebagai tambahan pengalaman pula, bila berkunjung ke daerah ini, lebih baik kita berjalan kaki,lantaran jalanannya berupa gang yang cukup sempit serta sulit dilalui mobil maupun motor.

Kampung batik ini sendiri memiliki sekitar 20-30 Home Industri (www.surakarta.go.id). Bahkan home industri tersebut menjadi salah satu tujuan belanja para turis dan wisatawan asing dari berbagai mancanegara (Jepang, Korea, Eropa, Amerika dll). Tak tanggung-tanggung merekapun sering pula membeli souvenir berupa produk batik dari kampung kauman ini. Harga produk batik yang ditawarkan pun beragam mulai dari puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah.

Disamping itu, bagi para wisatawan yang memang hendak mencoba belajar membatik pun dengan sangat ramah akan dilayani. Berbagai sentra dan kawasan home Industri di Kampung batik kauman ini memang menyediakan sarana belajar membatik bagi wisatawan ataupun pengunjung yang ingin belajar membatik. Pengunjung akan diberikan pelajaran mulai dari proses awal melilin motif hingga proses pelorotan dan pewarnaan.

Seiring dengan perkembangan zaman, batik di kauman ini pun mengalami perubahan dari sisi batik yang dihasilkan, hingga kini batik yang ditawarkan di kampung batik Kauman ini ialah batik tulis yang masih dilakukan secara konvensional, batik cap hingga kombinasi antara batik cap dan tulis. Variasi harga yang ditawarkan pun beragam tergantung kualitas dari bahan kain yang digunakan. Tertarik, silahkan datang mencoba !