{"id":1926,"date":"2013-05-28T13:00:39","date_gmt":"2013-05-28T06:00:39","guid":{"rendered":"http:\/\/www.medogh.com\/blog\/?p=1926"},"modified":"2022-12-28T13:41:08","modified_gmt":"2022-12-28T06:41:08","slug":"review-jaket-batik-medogh-motif-parang-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.medogh.com\/blog\/review-jaket-batik-medogh-motif-parang-2\/","title":{"rendered":"Review Jaket Batik Medogh Motif Parang #2"},"content":{"rendered":"<p><a title=\"mas syarifudin\" href=\"http:\/\/www.medogh.com\/blog\/artikel-batik\/mas-syarifudin-tambah-keren-dengan-kemeja-batik-pria-dan-jaket-batik\/\"><strong><em>Jaket batik pria<\/em><\/strong><\/a> motif parang yang mana yang kamu suka Youngster? \ud83d\ude42<\/p>\n<p>Pada artikel sebelumnya, <em>Medogh<strong>&nbsp;<\/strong><\/em>mereview tentang makna filosofis batik motif parang serta Jaket Batik Medogh yang mengaplikasikan motif parang. Pada edisi kedua ini, kami akan membahas mengenai penggunaan motif parang beserta produk-produk Medogh yang bermotifkan parang.<\/p>\n<p>Batik Motif Parang saat ini sudah banyak dipakai oleh sebagian masyarakat. Tak jarang orang memilih batik dengan motif parang sebagai busananya. hal ini menunjukkan bahwa batik motif parang sudah banyak dikenal oleh masyarakat luas.<\/p>\n<p>Batik motif parang adalah batik khas Yogyakarta yang cukup terkenal. Banyak yang beranggapan bahwa batik ini tidak boleh sembarangan dalam pemakaiannya, karena ada etika tertentu yang wajib ditaati oleh masyarakat Jawa pada masa lalu. Motif parang sebagai simbol kewibawaan dan keagungan. Itulah sebabnya batik motif parang digunakan oleh para keluarga kerajaan. Batik Motif parang adalah busana para bangswan.<\/p>\n<figure id=\"attachment_1927\" class=\"thumbnail wp-caption aligncenter\" style=\"width: 518px\"><a href=\"http:\/\/www.medogh.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2013\/05\/Aska-White-maroon-JA-1413.jpg\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-1927  \" title=\"Aska White maroon JA 1413\" src=\"http:\/\/www.medogh.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2013\/05\/Aska-White-maroon-JA-1413.jpg\" alt=\"\" width=\"518\" height=\"366\" srcset=\"https:\/\/www.medogh.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2013\/05\/Aska-White-maroon-JA-1413.jpg 960w, https:\/\/www.medogh.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2013\/05\/Aska-White-maroon-JA-1413-300x211.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 518px) 100vw, 518px\" \/><\/a><figcaption class=\"caption wp-caption-text\">jaket batik aska white maroon<\/figcaption><\/figure>\n<p>Motif parang ini cukup beragam mulai dari parang rusak, parang curigo, parang tuding, dan lain-lain. Dan tidak ketinggalan Medogh pun mengaplikasikan batik motif parang pada produk-produknya, salah satunya pada Jaket Batik. Jaket batik seri lama sudah di bahas pada Review Jaket Batik Motif Parang #1. Selanjutnya produk Jaket Batik Motif Parang lainnya adalah Blazer Batik JA-0901, Jaket Batik Baseball JA-0905, JA-0906, JA-0907, Military Series RM-1001, JA-1003, JA-1004, JA-1006, JA-1007, JM-1201 (parang kombinasi), RM-1202, JA-1203, JA-1204, JA-1205, JM-1306, JM-1307, dan Seri 014 Aska Series.<\/p>\n<p>Banyak bukan Jaket Batik Medogh Motif Parang ini? Kalau kamu suka banget sama motif parang yang menunjukkan kewibawaan, pilih-pilih dan konsultasikan dengan Customer Service kami di sini &gt;&gt;<a title=\"jaket batik pria\" href=\"http:\/\/medogh.com\/baju-batik-pria\/jaket-batik-pria\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> Katalog Jaket Batik Medogh<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jaket batik pria motif parang yang mana yang kamu suka Youngster? \ud83d\ude42 Pada artikel sebelumnya, Medogh&nbsp;mereview tentang makna filosofis batik motif parang serta Jaket Batik Medogh yang mengaplikasikan motif parang. Pada edisi kedua ini, kami akan membahas mengenai penggunaan motif &hellip; <a href=\"https:\/\/www.medogh.com\/blog\/review-jaket-batik-medogh-motif-parang-2\/\">Continued<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":1927,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kt_blocks_editor_width":""},"categories":[4],"tags":[141,329,285,396],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.medogh.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1926"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.medogh.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.medogh.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.medogh.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.medogh.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1926"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.medogh.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1926\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3312,"href":"https:\/\/www.medogh.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1926\/revisions\/3312"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.medogh.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1927"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.medogh.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1926"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.medogh.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1926"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.medogh.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1926"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}