{"id":742,"date":"2012-04-04T11:42:26","date_gmt":"2012-04-04T04:42:26","guid":{"rendered":"http:\/\/medogh.com\/blog\/?p=742"},"modified":"2012-04-04T11:42:46","modified_gmt":"2012-04-04T04:42:46","slug":"demam-k-pop-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.medogh.com\/blog\/demam-k-pop-di-indonesia\/","title":{"rendered":"Demam K-Pop di Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><strong>K-pop<\/strong>, kepanjangannya <strong>Korean Pop<\/strong> (&#8220;Musik Pop Korea&#8221;), adalah jenis musik popular yang berasal dari Korea Selatan. Banyak artis dan kelompok musik pop Korea sudah menembus batas dalam negeri dan populer di mancanegara. Kegandrungan akan musik K-Pop merupakan bagian yang tak terpisahkan daripada Demam Korea (Korean Wave) di berbagai negara.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"http:\/\/medogh.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2012\/04\/demam-k-pop-indonesia.jpg\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-753\" title=\"demam k-pop indonesia\" src=\"http:\/\/medogh.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2012\/04\/demam-k-pop-indonesia.jpg\" alt=\"demam k-pop indonesia\" width=\"600\" height=\"427\" srcset=\"https:\/\/www.medogh.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2012\/04\/demam-k-pop-indonesia.jpg 600w, https:\/\/www.medogh.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2012\/04\/demam-k-pop-indonesia-300x213.jpg 300w, https:\/\/www.medogh.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2012\/04\/demam-k-pop-indonesia-150x106.jpg 150w, https:\/\/www.medogh.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2012\/04\/demam-k-pop-indonesia-400x284.jpg 400w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Demam K-Pop melanda Indonesia, hal ini menimbulkan bermunculan boyband dan girlband di Indonesia. Meski sering mendapat hujatan dari berbagai pihak atau penikmat musik di Indonesia, para boyband atau girlband ini semakin eksis di Indonesia. Sepertinya boy band dan girl band sudah menjadi mainstream remaja-remaja indonesia sekarang.<\/p>\n<p>Dulu boy band atau girl band heboh di era akhir tahun 1990an jamannya kahitna, javajive, colour, coboy, B three, warna dan lain banyak banget.\u00a0 Semakin berkembangnya zaman boy\/girl band yang sudah lama hampa sekarang reborn dan menjadi triger anak muda sekarang baik fashion, gaya rambut atau penampilan\u00a0 lainnya. \u00a0Boy \/girl band sekarang lebih enerjik dan lebih allay jogetannya dibanding boy\/girl band dulu. Dulu boy band indonesia lebih banyak meniru artis barat seperti westlife, A 1, N sing, dan lain-lain. Semua mejadi tren di jamannya masing-masing, sekarang kita\u00a0 lebih mengenal smash, Cherybelle, max 5, 5 bidadari, super junior dan banyak lagi.<\/p>\n<p>Budaya Oriental memang mudah terima dan diserap oleh budaya indonesia, dari film nya pun banyak sekali digemari. Selain dari segi cerita yang menarik juga karena cowok dan ceweknya yang putih dan keren \u2013keren.<\/p>\n<p>Namanya juga selera, ada yang menilai allay, keren, cool, jijay, semua itu memang relatif dan tentatif.\u00a0 Yang penting tidak plagiat, untuk semua kalo mau menjadi boy band\/ girl band atau mejadi apapun jadilah sesuatu yang berkarakter, tidak plagiat karena menurutku sih karya itu jarang yang murni, karya itu memodifikasi, memperbaharui, memperbaiki, dan menambahkan sehingga menjadi hasil yang baru dan lebih.<\/p>\n<p>Membawa ciri khas terutama budaya bangsa indonesia, seperti beberapa band di Indonesia mengusung ciri khas batik. Batik bernuansa gaul seperti di <a href=\"http:\/\/www.medogh.com\/\">www.medogh.com<\/a>.<\/p>\n<p>Selamat\u00a0 menuangka ide kreasi yang berciri khas.. \ud83d\ude00<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>K-pop, kepanjangannya Korean Pop (&#8220;Musik Pop Korea&#8221;), adalah jenis musik popular yang berasal dari Korea Selatan. Banyak artis dan kelompok musik pop Korea sudah menembus batas dalam negeri dan populer di mancanegara. Kegandrungan akan musik K-Pop merupakan bagian yang tak &hellip; <a href=\"https:\/\/www.medogh.com\/blog\/demam-k-pop-di-indonesia\/\">Continued<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":753,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kt_blocks_editor_width":""},"categories":[4],"tags":[168],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.medogh.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/742"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.medogh.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.medogh.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.medogh.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.medogh.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=742"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.medogh.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/742\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":755,"href":"https:\/\/www.medogh.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/742\/revisions\/755"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.medogh.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/753"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.medogh.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=742"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.medogh.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=742"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.medogh.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=742"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}